Rahasia Dibalik Pemikiran Machiavelli Dalam "Il Principe''
Machiavelli dan pemikiran ekstrimnya
Machiavelli dengan nama lengkap nicollo machiavelli adalah seorang tokoh Italia dengan pemikiran yang dinilai oleh kebanyakan orang-orang pada zaman dahulu maupun masa kini gila tidak bermoral dikarenakan ia menghalalkan segala cara dalam melakukan apapun yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan apabila kita melihat secara sekilas saja, maka pemikiran machiavelli memang terlihat seperti itu tetapi sesungguhnya yang terjadi bukanlah seperti itu yang terjadi adalah ia hanya melihat secara realistis bagaimana cara menghadapi situasi situasi dan kondisi tertentu tidak terpaku pada pemikiran pemikiran atau kenaifan yang dimiliki oleh orang-orang rata-rata
ia tidak berpikir bahwasanya hanya dengan kebaikan kita bisa mendapatkan atau memenangkan suatu hal ia berpikir bahwasanya untuk kemenangan dibutuhkan hal yang memang dibutuhkan untuk kemenangan apapun itu caranya karena buku ini menyangkut tentang para penguasa dan bagaimana cara mereka bertindak seharusnya maka buku ini pada dasarnya adalah buku untuk Bagaimana cara memimpin yang seharusnya dan bahwasanya dalam buku ini terdapat 26 poin yang akan kita singkat dalam beberapa hal saja untuk mencakup keseluruhan hal dalam cakupan yang lebih ringkas
Kenapa beberapa kerajaan setelah ditaklukkan memberontak dan beberapa kerajaan yang lain yang telah ditaklukkan oleh penguasa tidak memberontak setelah ditaklukkan ?
Mengambil contoh dari yang kita kenal sebagai Alexander Agung, persia tidak memberontak setelah ditaklukan oleh Alexander jawaban Machiavelli disini adalah dikarenakan persia merupakan negara yang bergantung pada seorang tokoh yang kuat dan tidak memiliki bangsawan-bangsawan yang kuat jadi meskipun ia sulit ditaklukan tetapi apabila terkalahkan maka negara tersebut tidak lagi memiliki cabang ataupun kepala yang akan melawan kepada pemerintahan yang menaklukannya
Beda halnya jika kekuatan tidak hanya terletak pada kepala negara saja, melainkan juga pada bangsawan-bangsawan atau menteri-menteri negara tersebut atau orang-orang yang berpengaruh maka bisa saja terjadi pemberontakan atau perlawanan dikarenakan kekuatan tidak hanya pada kepala negara atau Raja saja melainkan juga terbagi pada bawahan bawahannya dan kemudian machiavelli juga mengajarkan agar penguasa tidak mengganggu undang-undang kerajaan yang telah ditaklukan atau tradisi tradisi mereka sebelumnya dimana para penguasa seharusnya membiarkan mereka menjalankan kehidupan mereka sebagaimana sebelum ditaklukkan yaitu tetap berpegang teguh dan diperbolehkan untuk menjalankan undang-undang dan tradisi-tradisi mereka ataupun agama agama mereka
Bagaimana pasukan pangeran seharusnya?
bahwa pasukan sang penguasa atau pangeran haruslah memiliki tulang punggungnya dari pasukannya sendiri, tidak dari pasukan bantuan ataupun pasukan negara lain maupun itu teman atau siapapun itu, yang terpenting adalah Pangeran ataupun Sang Penguasa haruslah memiliki pasukannya sendiri ia tidak boleh bergantung pada pasukan yang lain selain dari pasukannya sendiri ia boleh memiliki pasukan bayaran tetapi tidak boleh menghilangkan dominasi dari pasukannya sendiri, pasukannya haruslah yang memiliki jumlah yang terbanyak dan mendominasi
Dan contoh buruk dari mengandalkan pasukan bantuan ataupun pasukan selain dari pasukannya sendiri contohnya adalah Seperti kerajaan Bani Abbasiyah di mana Bani Abbasiyah dikalahkan oleh pasukan pasukan Turki dikarenakan pasukan Bani Abbasiyah 80 persen lebih terdiri dari pasukan asing yakni bangsa Turki, kemudian hanya bergantung pada kebaikan ataupun belas kasih orang lain ataupun pasukan lain dan ini sangat fatal bagi sang pangeran apabila ia hanya bergantung pada kepercayaan saja pada pihak lain, Ia seharusnya hanya harus bergantung pada kekuatannya sendiri dan harus bergantung pada pasukannya sendiri Ia hanya harus percaya pada 2 hal ini dan tidak boleh pada yang lain
Kemampuan sang Pangeran
Sang pangeran tidak boleh bergantung pada menteri-menterinya saja, ada yang mengatakan bahwasanya sang pangeran atau Sang Penguasa diukur dari orang-orang terdekatnya saja hal ini adalah salah sekaligus keliru Karena bagaimanapun baiknya orang-orang terdekat sang pangeran apabila sang pangeran tidak kompeten atau tidak pantas dan tidak memiliki kemampuan untuk memimpin maka ia hanya akan menjadi bidak saja atau menjadi alat bagi orang-orang terdekatnya yang harusnya terjadi adalah sang pangeran kompeten dan memiliki orang-orang terdekat yang bisa ia kendalikan dan bukannya Ia yang dikendalikan tetapi ia yang menguasai mereka dan ia bergantung pada kekuatannya sendiri dan ia meminta nasihat mereka apabila dibutuhkan dan ia tidak dijadikan alat oleh siapapun meskipun itu orang terdekatnya
Hal Hal yang harus dihindari Pangeran
Pangeran harus berbuat baik kepada pasukan serta kepada rakyatnya Ia tidak boleh membuat dua pihak atau dua komponen ini membencinya, karena Apabila mereka membencinya maka kekuasaannya akan hancur dan hilang dan kekejaman, ini adalah poin yang sangat penting dari pemikiran machiavelli apabila pangeran dibutuhkan untuk melakukan suatu kekejaman maka ia harus dan apabila bisa hanya melakukan Satu Kali Saja kekejaman karena apabila ia terus melakukan kekejaman berkali-kali maka ia akan dinilai sebagai penguasa yang zalim dan korup serta otoriter
Apakah lebih baik dicintai atau ditakuti?
Machiavelli menjawab lebih baik memiliki keduanya tetapi apabila tidak bisa maka yang terbaik adalah ditakuti, Karena manusia tidak akan segan-segan untuk meninggalkan orang yang ia cintai untuk membela orang yang ia takuti Karena rasa takut tidak pernah gagal karena orang lebih ingin membela orang-orang yang ia takuti daripada yang ia cintai karena hakikatnya orang-orang yang ia cintai sudah ia dapatkan hal-hal yang ia butuhkan dari mereka
Tetapi ketakutan adalah suatu hal yang sangat fatal, yang sangat penting bagi penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya, apabila orang-orang mencintainya tetapi tidak takut padanya maka mereka bisa saja memberontak kepadanya dan apabila mereka takut tetapi tidak mencintainya maka mereka akan lebih sedikit kemungkinannya untuk memberontak dan selanjutnya adalah bagaimana para pangeran dapat mempercayai seseorang, Pangeran dapat mempercayai seseorang dengan menilai mereka dengan sesungguh-sungguhnya dan juga tidak membiarkan dirinya ditipu ia tidak boleh mempercayai siapapun dengan cuma-cuma ia harus menilai karakter mereka serta apa itu apa adanya,
Menetapkan hal-hal serta peraturan-peraturan yang seharusnya ia Praktekkan dan yang paling penting juga adalah mengatakan Penguasa atau Pangeran harus menghindari dibenci dan dianggap hina oleh pasukan ataupun oleh rakyatnya sebisa mungkin karena apabila ia dibenci dan dianggap hina karena beberapa hal yang ia lakukan mungkin reputasinya menurun karena skandal-skandal atau kasus-kasus, maka ia bisa kehilangan kekuasaannya dengan mudah
Komentar
Posting Komentar