Kesalahan Doktrin 350 Tahun Belanda 3,5 Tahun Jepang
Doktrin tidak berguna yang selama ini telah ditanamkan di dalam pikiran anak-anak bangsa kita juga generasi-generasi yang telah dewasa adalah bahwa kita dijajah selama 350 tahun oleh Belanda dan tiga setengah tahun oleh Jepang dan bahwa Jepang lebih kejam dari Belanda meskipun lebih sebentar menjajah
Sekilas ini semua tampak sepele dan remeh tetapi kenyataannya doktrin ini sangatlah berbahaya, doktrin yang satu ini hanyalah satu dari berbagai doktrin yang telah ditanamkan selama masa kita sekolah yang sangat membahayakan bagi mental dan masa depan bangsa,
Ini berefek pada jatuhnya mental kita untuk berjuang diimana seharusnya kita berjuang keras dan berusaha, dimana umumnya kita berpikir bahwasanya Untuk apa kita berjuang?
”Kita bangsa yang lemah yang lebih rendah dibandingkan bangsa-bangsa diluar sana tidak mungkin kita bisa maju" dan walaupun kita tidak mengatakan hal ini secara langsung atau terang-terangan kita sudah dipengaruhi untuk berpikir seperti ini sejak dini, pengaruh yang diberikan pada anak-anak atau pada masa-masa pendidikan sangatlah besar terhadap perkembangan dan pemikirannya kedepan
Apakah hal itu benar atau tidaknya lengket di kepala kita pada umumnya dan mungkin kita berpikir "saya tidak berpikir seperti itu" tetapi bagaimana dengan masyarakat umum yang tidak tahu?
Siapa yang akan menjelaskan kebenaran yang harus mereka ketahui? Agar bangsa kita bangkit dan yakin pada dirinya sendiri dan percaya bahwa kita tidak rendah dibandingkan bangsa bangsa lain
Tetapi akar dari semua ini adalah sistem pendidikan di mana pemerintah tidak mengubah sistem dan bagian pembelajaran menjadi cocok untuk masa kini
mungkin doktrin 350 tahun oleh Belanda dan tiga setengah tahun oleh Jepang, cocok untuk digunakan sebagai doktrin atau propaganda pada masa-masa penjajahan atau pada masa-masa awal kemerdekaan dikarenakan bangsa kita masih harus berjuang melawan penjajah secara fisik dan kondisi dan situasi Pada masa itu memang dibutuhkan untuk hal tersebut dilakukan
Tetapi Apakah metode tersebut masih cocok untuk bangsa kita yang seharusnya bangkit dan menjadi dirinya sendiri yang seharusnya? Jawabannya kepada kita semua saudara-saudari sekalian
Komentar
Posting Komentar